POST DETAIL

Selasa, 8 September 2015 - 12:30

Lima Tipe Tamu Restoran yang Menyebalkan

Matawanita.com - MESKI Anda membayar dan ada idiom bahwa “Tamu adalah raja”, bukan berarti lantas Anda berhak bersikap semena-mena. Perlu diingat juga, saat makan di restoran, di saat bersamaan Anda adalah tamu di ruang makan publik. Berikut beberapa tamu restoran yang tidak difavoritkan oleh pelayan. Apakah Anda termasuk di dalamnya?

1. Tidak menghargai reservasi

Anda tidak muncul tanpa pembatalan atau datang terlambat? Bukan cuma kantor yang kesal dengan sikap tidak bertanggung jawab seperti ini, tempat yang menyajikan layanan seperti restoran pun bisa-bisa enggan menerima reservasi Anda lagi. Apalagi jika ini Anda lakukan di restoran-restoran yang memiliki daftar tunggu panjang.

2. “Ribut”

Ada bahkan banyak tamu lain yang harus dihormati haknya. Jadi, jangan mentang-mentang sedang merayakan momen spesial, Anda merasa berhak melakukan apa saja. Misalnya, bolak-balik memanggil pelayan seolah dia adalah pelayan pribadi meja Anda. Berulang kali minta pelayan mengambilkan foto Anda juga lama-lama bisa mengesalkan, lho.

3. Kejam

Mungkin, makanan yang disajikan memang tidak sesuai ekspektasi dan pada akhirnya Anda mengembalikannya ke dapur. Tapi bukan berarti Anda berhak menggunakan kata-kata dan nada kasar bersifat menyerang kepada pelayan. Bagaimanapun, empati harus tetap dijaga. Seringnya, membicarakan masalah yang dihadapi dengan pihak yang lebih bertanggung jawab akan memberi hasil akhir sama-sama memuaskan.

4. Tidak percaya kepada ahlinya

Anda sudah memilih untuk datang ke sebuah restoran daripada memasak sendiri di rumah, maka percayakan saja kepada ahlinya. Kalau Anda meminta rekomendasi, namun kemudian malah memberikan tatapan tidak percaya dan kata-kata tidak mengenakkan suasana, lebih baik dari awal Anda tentukan sendiri apa yang mau dipesan. Lebih baik lagi jika Anda sudah mendapat rekomendasi dari kolega yang sudah pernah ke restoran tersebut sebelumnya.

5. Komplain di dunia maya secara berlebihan

Dunia maya yang sudah semakin terbuka memungkinkan segala hal. Namun seperti halnya di dunia nyata, hal apapun yang Anda luapkan sebaiknya tetap melewati saringan. Kalau sudah terlanjur marah-marah tidak pada tempatnya, tapi ternyata yang salah persepsi malah Anda, siapa yang malu?[tm]

MOST POPULAR