POST DETAIL

Senin, 20 April 2015 - 18:00

Bebek Suwar Suwir, Olahan Bebek Khas Yogyakarta

MataWanita.com - Selain gudeg, makanan yang wajib Anda coba ketika ke Yogyakarta adalah bebek suwar suwir. Olahan dari daging bebek ini merupakan hidangan favorit mendiang Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang sudah sangat populer di penjuru Yogyakarta.

Konon, bebek suwar suwir ini diciptakan sendiri oleh mendiang Sri Sultan Hamengkubuwono IX semasa belajar di Belanda. Ia berkreasi menciptakan hidangan kombinasi antara budaya Jawa dan Eropa.

Bebek suwar suwir pada dasarnya merupakan sajian semacam steik yang tidak disantap dengan nasi, melainkan dengan setup atau rebusan nanas. Namun selain direbus, nanas yang digunakan juga bisa diolah dengan cara pan fried menggunakan margarin.

Setelah itu, irisan nanas ditata di dasar piring dan disiram dengan saus kedondong yang sudah dimasak dengan berbagai rempah. Salah satu rempah utama yang digunakan dalam sajian ini adalah cengkih.

Untuk bebeknya, di-fillet dan diungkep bersama aneka rempah, dan disatukan dengan paduan setup tadi. Aroma bebek yang gurih, bercampur dengan setup dan saus kedondong yang asam segar akan memberikan sensasi tersendiri ketika disantap.

Pada zaman dahulu, ceritanya sang raja meminta untuk dibuatkan masakan tersebut pada juru masak Keraton berkebangsaan Belanda, Mr Smith. Saat itu, Mr Smith menamakan sajian ini "zwaat zuur", namun karena masyarakat Jawa kesulitan untuk melafalkannya, hingga saat ini bergeser ke pengucapan suwar suwir.

Hidangan khas Keraton ini mudah Anda temui di Yogyakarta. Masyarakat Ibu Kota tak perlu jauh-jauh ke Kota Gudeg untuk mencicipi kelezatan bebek suwar suwir. Datang saja langsung ke restoran Joglo Patheya yang letaknya di Jalan Kemang Utara Raya, Nomer 22, Jakarta Selatan. [end/okz]

MOST POPULAR