POST DETAIL

Kamis, 9 April 2015 - 18:00

Rica-Rica Biawak, Lezat dan Berkhasiat

MataWanita.com - Bagi para pencinta kuliner ekstrim mungkin perlu mencoba masakan Waluyo Hardono warga Dusun Banyumudal, Desa Purwanegara, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara (Jateng). Masakan yang diracik oleh lelaki berusia 46 tahun adalah rica-rica biawak.

Jika melihat bentuk reptil penunggu sungai bernama Biawak yang memiliki nama latin 'Varanus Albigularis' memang menyeramkan. Sepintas, agak mirip buaya, hanya saja warnanya hitam kelam dengan bintik putih. Namun, ketika kemudian dicincang dan dimasak, bisa bikin orang ketagihan. Tak heran jika rica-rica biawak Waluyo Hardono banyak diminati pelanggan.

Rica-rica biawak buatan Waluyo, laris manis. Pembelinya, selain warga Banjarnegara, juga berasal dari luar daerah seperti Wonosobo, Purbalingga dan Purwokerto. Pembeli dari luar daerah bisanya sebelum datang mengontak dulu via telepon. Harga rica-rica biawak dipatok Rp 10 ribu per porsi.

Waluyo menekuni usahanya sejak seekitar 5 tahun lalu setelah sebelumnya sempat gonta-ganti pekerjaan dari kenek, kondektur bus hingga tukang ojek. ''Saya hobi berburu dan masak daging berbagai jenis hewan hasil buruan. Suatu ketika, ada orang menyerahkan seekor biawak untuk dimasak,'' ungkap Waluyo belum lama ini.

Biawak tadi, dibuat rica-rica dan ternyata menurut sang pemilik biawak yang kemudian mengajak teman-temannya untuk mencicipi, luar biasa nikmat. Sejak itulah, Waluyo tertarik untuk menggeluti pembuatan rica-rica biawak.

Ia memperoleh biawak hidup dari tangan pemburu di habitat biawak di sungai Serayu dan sungai lain di daerah Banjarnegara dan Wonosobo serta Cilacap. Bobotnya bervariasi. Pernah pula ia memotong biawak raksasa seberat 45 kilogram.

Harga beli biawak dari pemasok, Rp 12 ribu per kilogram. Khusus biawak Cilacap, sedikit dimahalkan menjadi Rp 12,5 ribu per kilogram. Menunggu hewan bergigi kuat itu dibantai, Waluyo  menampungnya di sebuah bak khusus. Setiap bulan, ia rata-rata memasak 3,5 kuintal daging biawak atau 10 kilogram lebih per hari.

Empedu dan lemak diambil sebagai obat yang cukup manjur untuk penyakit asma dan gatal-gatal. Ketika memotong biawak 45 kilogram, Waluyo memperoleh hasil sampingan lemak 10 liter. Tentang bumbu yang digunakan, menurut Waluyo, ada 16 macam. Diantaranya mrica, jahe, ketumbar, kemiri, wijen, bawang merah, bawang putih, kayu manis, cengkeh, cabai rawit dan kecap. Lama memasak sekitar 1 jam, menggunakan kayu bakar.

Seorang sopir truk tronton lintas Jakarta - Surabaya warga Susukan, M  Abdilah (39), mengaku sudah lama kecanduan rica-rica biawak buatan Waluyo. Rica-rica biawak diyakininya mampu menjaga vitalitas tubuh. "Saya tahan lelah, tak gampang masuk angin. Selain itu, daging biawak menghilangkan penyakit gatal-gatal. [end/sru]

MOST POPULAR